Hari
jum’at, hari yang lagi-lagi jadi hari istimewa bagi semua mahasiswa keperawatan
UNSOED angkatan 2014. Seusai penat mengerjakan tugas dan kuliah, kami diberi
sedikit ‘penyegaran’ berupa kegiatan outbond
di Baturraden Adventure Forest, Banyumas pada tanggal 31 Oktober. Kegiatan outbond ini masih berupa satu rangkaian
dari kegiatan-kegiatan lainnya di blok Character
Building, jadi tentunya saya dan kawan tidak serta merta bebas dari tugas
dan penilaian selama dan sesudah outbond
berlangsung. Ya salah satu tugas dari kegiatan outbond adalah reflective
essay yang sedang anda baca kali ini
(hehehe).
Saya
dan teman-teman berangkat dari kampus keperawatan sekitar pukul satu siang,
tepatnya setelah sholat jum’at dilaksanakan. Jarak yang cukup dekat membuat
kami cukup menyewa angkutan umum untuk setiap kelompok yang isinya 10 sampai 11
orang. Setelah sampai di tempat outbond,
yakni Baturradden Adventure Forest atau lebih sering disingkat BAF, kami
langsung disuguhi pemandangan indah khas alam gunung Slamet yang asri dan
sejuk. Menurut Kang Yono, salah satu staff BAF, tempat outbond tersebut
termasuk salah satu dari 100 tempat terindah di dunia. Kami semua merasa senang
bisa melakukan kegiatan outbond di
tempat yang bagus seperti BAF.
Selain
bisa bersenang-senang di BAF, saya dan teman-teman pun merasakan hubungan kami
semakin dekat dan akrab. Biasanya kami hanya berkumpul dengan kelompok-kelompok
kami selama kuliah, tapi ketika outbond,
kami benar-benar bisa melebur menjadi satu. Tidak ada lagi perasaan canggung atau
tidak suka, semua kegiatan kami jalani dengan penuh sukacita dan senang hati.
Tidak ada lagi label mahasiswa yang pintar dan yang bodoh, yang gaul dan yang kuper, semuanya hilang begitu saja saat kami semua berkumpul
bersama. Terimakasih untuk Tuhan karena lewat BAF kami mahasiswa keperawatan
2014 menjadi lebih akrab dan lebih dekat untuk mengenal satu sama lain.
Ketika
outbond berlangsung, ada beberapa hal
yang baik dan juga masih perlu dikoreksi. Hal yang baiknya adalah semua
kegiatan berlangsung lancar dan tanpa ada satu ‘insiden’ pun. Semua kegiatan
berhasil menunjukkan ‘makna’ sesungguhnya sehingga berkesan dan juga bernilai
bagi kami. Akan tetapi, dari segi lain seperti konsumsi dan kamar mandi perlu
diperbaiki lagi. Jangan ada lagi antrian kamar mandi bagi para peserta sehingga
menghabiskan waktu dan makanan yang rasanya ‘hambar’ alias tidak cocok di
lidah. Selain itu segi keamanan atau safety
dari permainan seperti flying fox
lebih ditingkatkan lagi, karena saat kami melakukan kegiatan flying fox, semua peserta tidak ada
satupun yang diberi helm dan body
protector seperti pelindung lutut dan siku. Semoga hal-hal ini bisa
diperbaiki oleh pengelola BAF kedepannya.
Selama
outbond, saya dan teman-teman melakukan banyak aktifitas alam dan games seperti trust fall, the ring challenge, triangle challenge, tracking sun rise, api unggun, menjaga lilin, dan hingga yang
paling menarik adalah flying fox.
Kegiatan tersebut bukan hanya sekadar having
fun atau melepas penat, tapi juga punya makna. Mulai dari trust fall yang melatih hubungan saling
percaya diantara peserta dan juga kekompakkan. Lalu pada the ring challange dan triangle
challange, kami diajarkan untuk menjalin kekompakkan, cara berkomunikasi
yang baik, kejujuran, dan kepatuhan terhadap aturan. Untuk flying fox, pelajaran pentingnya adalah melatih bagaimana kita
mengambil keputusan secara tepat dan juga berani untuk mengambil resiko. Pada
kegiatan trcaking sun rise atau
jelajah ke tempat di sekitar BAF, disana kami menemukan banyak hal-hal baru dan
juga mengenal arti kerja keras karena kami dari pagi buta harus sudah bangun,
dan semua itu dilakukan hanya agar kami bisa melihat matahari terbit atau sun rise dari bukit. Lalu ada acara api
unggun, dimana kami mahasiswa keperawatan 2014 menjadi satu dan menjalin
kekompakkan diantara kami. Dan yang
terakhir, yakni tantangan menjaga sebuah lilin untuk tetap menyala dari
lapangan tempat kami berkumpul hingga sungai, melatih kerja sama dan juga
kekompakkan kami sebagai peserta.
Kesimpulannya,
kegiatan outbond sangatlah berguna
untuk melatih softskill para
pesertanya. Bukan hanya sekadar melepas penat dan mencari hiburan, tetapi outbond justru lebih dari itu semua. Outbond yang baik melatih sifat-sifat
individu yang memiliki komunikasi serta kerja sama yang baik, juga kekompakkan
dan keberanian. Softskill tersebut
sangatlah berguna untuk kehidupan seseorang, terutama bagi calon perawat seperti
saya nantinya. Perawat tidak hanya dipandang dari hard skill mereka dalam merawat pasien, tetapi juga kerja sama dengan
petugas kesehatan lainnya seperti dokter, apoteker, dan lain sebagainya. Hal
tersebut bisa menjadi kunci dasar untuk kehidupan yang lebih sukses lagi.
Untuk
kedepannya, setelah melewati kegiatan outbond
ini, saya berharap bisa menjadi seseorang yang lebih bermakna lagi. Lewat outbond , saya berusaha untuk memiliki
sikap dan mentalitas yang lebih baik lagi. Bukan individu yang hanya terampil
dalam hard skill saja, tetapi juga soft skill-nya. Seseorang baru dinilai
berhasil jika seimbang antara kemampuan secara fisik dan kemampuannya secara
batiniah, yakni bukan hanya pintar dan sukses secara materi, tetapi juga secara
sosial dan spiritual.
KUMPULAN FOTO di BAF
Mandi di Sungai :D
Api Unggun
Gunung Slamet di Pagi Hari
Saat Tracking Sun Rise
Selfie dulu sama para sapi :D











